Hukum Membadal Umrohkan Orang Lain

Hukum Membadal Umrohkan Orang Lain

Terkadang masih banyak orang yang bertanya “Bolehkan membadal umrohkan orang tua atau kerabat yang sudah tidak mampu lagi melakukan perjalanan jauh?”. Pertanyaan ini sering menjadi bahan pertimbangan untuk membadal umrohkan terutama orang yang masih hidup. Namun pada prinsipnya, anda boleh mengumrohkan atau membadal umrohkan orang yang masih hidup atas seizin orang tersebut. Dan tentunya dengan ketentuan orang yang dibadal umrohkan tersebut sudah tua, lumpuh dan tidak mampu lagi untuk melakukan ibadah umroh secara fisik. Hal ini sesuai dengan pendapat:

  1. Ulama Madzhab Maliki

Beliau berpendapat bahwa hukum membadal umrohkan orang lain itu adalah makhruh. Namun jika tetap digantikan maka tetap sah.

2. Ulama Madzhab Syafi’i

Para ulama madzhab syafi’i membolehkan membadal umrohkan orang lain apabila orang tersebut sudah tidak mampu lagi untuk melakukan ibadah umroh secara fisik. Badal umroh juga diperbolehkan untuk orang yang sudah meninggal dunia. Apalagi semasa hidupnya orang tersebut mempunyai niat untuk umroh, maka keluarga atau kerabat wajib untuk membadal umrohkan dengan harta keyayaan yang telah ia tinggalkan. Badal umroh ini dapat dilakukan oleh kerabat atau orang lain yang dianggap mampu menggantikannya melakukan ibadah umroh.

Dari pendapat di atas maka dapat dikatakan bahwa hukum membadal umrohkan orang lain tetap sah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.